Semarak HUT RI ke-81, SMK Ki Hajar Dewantara Padukan Nasionalisme, Budaya dan Nilai Religi

Ponorogo, SINARPOS – Semangat kemerdekaan di SMK Ki Hajar Dewantara Ponorogo dikemas lebih dari sekadar seremoni. Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi platform bagi sekolah untuk menghadirkan rangkaian kegiatan yang memadukan kreativitas, sportivitas, budaya, kebersamaan hingga nilai-nilai keagamaan. Dari kompetisi antarkelas yang penuh keceriaan, Mlaku Bungah Berbudoyo, hingga pengajian dan pembacaan Maulid Al Barzanji, seluruh agenda dirancang sebagai learning experience bagi siswa untuk berekspresi, membangun karakter sekaligus mengasah potensi di luar ruang kelas.

Kepala SMK Ki Hajar Dewantara, Umi Mukhoyaroh, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter dan soft skills peserta didik.

Menurutnya, proses pendidikan sejatinya tidak berhenti ketika siswa keluar dari ruang kelas. Interaksi, kolaborasi, keberanian tampil, sportivitas dan kemampuan menghargai orang lain merupakan bagian dari character building yang perlu terus ditanamkan.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran bagi anak-anak. Mereka tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga belajar bekerja sama, berkompetisi secara sehat, berkreasi dan menjaga kebersamaan,” ujar Umi Mukhoyaroh, Kamis (3/9/2026).

Rangkaian kegiatan diawali melalui Gebyar Kemerdekaan 81 yang berlangsung pada 31 Agustus hingga 2 September 2026 di halaman SMK Ki Hajar Dewantara, Gundik, Slahung, Ponorogo.

Sejumlah perlombaan dikemas dengan konsep fun competition yang tetap mengedepankan kekompakan dan sportivitas. Di antaranya voli spons, makan kerupuk, menangkap belut hingga transfer air menggunakan kaki.

Meski sarat hiburan, kegiatan tersebut memiliki value yang ingin ditanamkan kepada siswa. Setiap peserta dituntut mampu bekerja sama, berkomunikasi, menghargai lawan dan menerima hasil kompetisi dengan sportif.

Umi menjelaskan, keberagaman jenis lomba sengaja dibuat agar seluruh siswa memiliki ruang untuk berpartisipasi sekaligus menemukan potensi masing-masing.

“Yang kami bangun adalah semangat kebersamaan. Menang atau kalah bukan yang utama, tetapi bagaimana anak-anak bisa berpartisipasi, saling mendukung dan menikmati prosesnya,” jelasnya.

Mlaku Bungah Berbudoyo, Saat Kreativitas Siswa Mendapat Panggung

Semarak kemerdekaan berlanjut melalui “Mlaku Bungah Berbudoyo” pada Kamis, 3 September 2026. Agenda ini menjadi creative space bagi siswa untuk menampilkan potensi, kreativitas dan ekspresi mereka.

Dimulai pukul 06.30 WIB hingga selesai, kegiatan diisi hiburan, penampilan solo vokal serta berbagai kreativitas siswa-siswi SMK Ki Hajar Dewantara.

Tidak hanya menghadirkan hiburan, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah dan doorprize. Hadiah utama berupa sepeda listrik, disusul rice cooker, kipas angin, perlengkapan dapur, tumbler dan berbagai hadiah menarik lainnya.

Bagi Umi, kesempatan siswa untuk tampil di hadapan publik merupakan positive experience yang penting dalam membangun rasa percaya diri.

“Harapannya kegiatan seperti ini bisa memberikan pengalaman positif kepada siswa. Mereka bisa tampil, berkreasi dan menunjukkan potensi yang mereka miliki,” katanya.

Ditutup Pengajian, Menguatkan Spiritual Values

Rangkaian kegiatan kemudian memasuki suasana religius melalui Pengajian Umum dan Pembacaan Maulid Al Barzanji pada Kamis malam, 3 September 2026, di depan SMK Ki Hajar Dewantara.

Kegiatan tersebut menjadi momentum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat spiritual values di lingkungan sekolah.

Pengajian menghadirkan Abah Bima Cahyono, S.Sos., S.Pd., M.Pd. dari Magetan sebagai penceramah. Acara dipandu Ersa Tata dan diiringi Hadroh Alfassalam SMK Ki Hajar Dewantara.

Kegiatan tersebut terbuka untuk umum. Selain menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi, agenda ini sekaligus menjadi social engagement yang mempertemukan sekolah dengan orang tua, alumni dan masyarakat sekitar dalam suasana kebersamaan.

Umi menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan merupakan bagian dari holistic education yang ingin dibangun SMK Ki Hajar Dewantara. Pendidikan, menurutnya, harus mampu mengembangkan kemampuan akademik sekaligus karakter, kreativitas, kepercayaan diri dan nilai religius.

“Kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman yang lengkap. Ada nilai nasionalisme, budaya, kreativitas, sportivitas, kebersamaan dan juga nilai religius yang semuanya bisa mereka dapatkan melalui kegiatan ini,” pungkas Umi.

0/Post a Comment/Comments

Dibaca