Estafet Kepemimpinan Perumda Air Minum Ponorogo, Gunadi Siapkan Strategi Perluasan Jaringan dan Antisipasi Kekeringan

PONOROGO, SINARPOS – Setelah 13 tahun mengabdikan diri dalam memimpin Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kabupaten Ponorogo, Lardi, ST, resmi mengakhiri masa tugasnya. Tongkat estafet kepemimpinan kini beralih kepada Plt. Gunadi yang akan menghadapi tantangan baru dalam menjaga kualitas pelayanan dan memperluas akses air bersih bagi masyarakat.

Pergantian kepemimpinan tersebut berlangsung pada Rabu (30/9/2026), sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Perumda Air Minum Kabupaten Ponorogo dalam meningkatkan kualitas pelayanan, terutama di tengah ancaman musim kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih.

Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, dalam sambutannya berharap kepemimpinan baru mampu membawa Perumda Air Minum semakin berkembang, inovatif, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, tantangan utama yang harus segera dihadapi adalah menjaga kontinuitas distribusi air bersih, khususnya ketika musim kemarau berpotensi mengganggu ketersediaan sumber air maupun kelancaran pelayanan kepada pelanggan.

"Kepemimpinan baru Perumda Air Minum Kabupaten Ponorogo dihadapkan pada tantangan menjaga kontinuitas pelayanan air bersih di tengah musim kemarau. Bagaimana menyikapinya, itu menjadi tantangan. Pokoknya, Perumda Air Minum harus lebih bagus lagi," tegas Lisdyarita.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Ponorogo, Gunadi, menyatakan telah menyiapkan sejumlah strategi bersama jajaran, khususnya tim teknik, untuk mengantisipasi dampak musim kemarau panjang terhadap pelayanan air bersih.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengoptimalkan distribusi melalui jaringan perpipaan, sekaligus menyediakan layanan dropping air menggunakan mobil tangki bagi wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan atau belum terjangkau jaringan perpipaan.

"Selain distribusi melalui jaringan, kami juga menyiapkan dropping air menggunakan tangki bagi wilayah yang sulit dijangkau jaringan perpipaan. Yang pasti, segala strategi akan kami ambil dalam rangka mengatasi ataupun mengantisipasi kekeringan," jelas Gunadi.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Perumda Air Minum untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih, meskipun pelayanan melalui jaringan perpipaan menghadapi keterbatasan akibat kondisi musim kemarau.

Selain mengantisipasi kekeringan, Gunadi juga menargetkan pengembangan cakupan pelayanan melalui perluasan jaringan perpipaan ke wilayah yang selama ini belum terjangkau. Rencana tersebut akan diusulkan kepada pemerintah daerah agar memperoleh dukungan, termasuk melalui penyertaan modal untuk menunjang pembangunan infrastruktur jaringan air bersih.

Saat ini, Perumda Air Minum Kabupaten Ponorogo tercatat memiliki sekitar 25.500 pelanggan aktif. Jumlah tersebut menjadi salah satu dasar dalam mendorong pengembangan infrastruktur dan peningkatan kapasitas pelayanan agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Gunadi menegaskan, dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam merealisasikan pengembangan jaringan perpipaan, sekaligus memperluas jangkauan pelayanan bagi masyarakat di Kabupaten Ponorogo.

Dengan kepemimpinan baru, Perumda Air Minum Kabupaten Ponorogo diharapkan mampu menjaga kesinambungan pelayanan, memperkuat kesiapan menghadapi musim kemarau, serta memperluas akses air bersih sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat.(adv/dd)


0/Post a Comment/Comments

Dibaca