PONOROGO, SINARPOS – Konstelasi politik menjelang pengisian kursi Wakil Bupati Ponorogo mulai menunjukkan dinamika yang semakin intens. Di balik proses resmi yang masih menunggu mekanisme di DPRD Ponorogo, komunikasi politik di berbagai lini dikabarkan terus bergerak. Sejumlah nama mulai bermunculan, namun belakangan satu figur dinilai kian mendapat perhatian, yakni Budianto, S.H., Kepala Desa Gelang Lor, Kecamatan Sukorejo.
Menguatnya nama Budianto tidak hadir tanpa alasan. Selain dikenal sebagai kepala desa yang telah memimpin selama dua periode, ia juga menjabat Ketua DPD Paguyuban Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Ponorogo. Posisi tersebut dinilai memberinya basis komunikasi yang luas hingga tingkat akar rumput, menjadikan namanya mulai diperhitungkan dalam peta politik lokal.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah elemen masyarakat telah menyampaikan dukungan secara terbuka agar Budianto masuk dalam bursa calon Wakil Bupati untuk mendampingi Bupati Ponorogo, Lisdyarita. Dukungan itu menjadi sinyal awal bahwa proses political scouting terhadap figur-figur potensial mulai berlangsung, meski seluruh tahapan resmi belum dimulai.
Saat ditemui, Rabu (29/7/2026), Budianto tidak menampik adanya arus dukungan tersebut. Namun ia menegaskan seluruh proses masih berada pada tahap pertimbangan.
"Atas dukungan itu, tentu kita harus mempertimbangkan lebih dalam," kata Budianto.
Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa peluang tersebut tidak ditutup. Meski memilih bersikap hati-hati, Budianto mengakui komunikasi dengan sejumlah pihak telah dilakukan sebagai bagian dari dinamika politik yang berkembang.
"Sejalannya waktu, kita memang diharapkan untuk turut serta secara aktif membangun Ponorogo. Untuk itu, melalui pertimbangan yang jauh dan matang, kalau memang diberi amanah, kita tentu harus siap," ujarnya.
Menariknya, saat ditanya mengenai pihak-pihak yang telah menjalin komunikasi politik, Budianto memilih irit bicara. Ia hanya memastikan proses tersebut berlangsung, namun belum saatnya dipublikasikan.
"Soal komunikasi dengan siapa-siapa, tentu masih kita simpan rapat. Nanti kita tunggu saja waktu yang tepat. Toh saat ini prosesnya masih berjalan sesuai tahapan atau mekanisme yang berlaku," ungkapnya.
Sikap tertutup tersebut memunculkan spekulasi bahwa lobi politik dan proses penjajakan antaraktor masih berlangsung di balik layar. Dalam praktik politik daerah, fase seperti ini lazim menjadi ruang bagi berbagai kekuatan untuk membangun kesepahaman sebelum keputusan resmi diumumkan.
Di sisi lain, pengalaman Budianto memimpin Desa Gelang Lor selama dua periode serta kiprahnya memimpin organisasi kepala desa menjadi track record yang dinilai memberi nilai tambah. Pengalaman itu dianggap sebagai modal dalam memahami persoalan pemerintahan, pelayanan publik hingga pembangunan berbasis desa.
Sementara itu, proses pengisian jabatan Wakil Bupati Ponorogo sendiri hingga kini masih menunggu penyelesaian tata tertib di DPRD Ponorogo. Setelah regulasi internal tersebut rampung, tahapan berikutnya diperkirakan akan memasuki fase yang lebih menentukan, termasuk munculnya nama-nama yang akan diusulkan secara resmi sesuai mekanisme yang berlaku.
Dengan mulai menguatnya sejumlah figur, termasuk Budianto, persaingan menuju kursi orang nomor dua di Pemerintah Kabupaten Ponorogo diperkirakan akan semakin menarik untuk dicermati. Hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai siapa yang akan diusulkan maupun dipilih. Namun satu hal yang mulai terlihat, kontestasi politik menuju pengisian jabatan Wakil Bupati telah memasuki babak baru yang semakin menyita perhatian publik.

Posting Komentar