PONOROGO, SINARPOS – Menjelang bergulirnya PKDI Cup II, semangat kebersamaan tampak menyelimuti Lapangan Josari, Kecamatan Jetis, Jumat (31/7/2026). Puluhan kepala desa yang tergabung dalam Tim Sepak Bola Dewan Pimpinan Daerah Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (DPD PKDI) Kabupaten Ponorogo berkumpul bukan hanya untuk berlatih, tetapi juga mempererat solidaritas melalui olahraga.
Di atas lapangan hijau, para kepala desa mengenakan kostum latihan, mereka mengikuti berbagai sesi pemantapan mulai dari penguasaan bola, koordinasi antarlini hingga simulasi pertandingan. Suasana berlangsung penuh keakraban, diselingi canda, namun tetap menunjukkan keseriusan menghadapi kompetisi yang segera dimulai.
Ketua DPD PKDI Kabupaten Ponorogo, Budianto, mengatakan latihan tersebut menjadi bagian dari persiapan akhir sebelum tim berlaga di PKDI Cup II. Menurutnya, selain meningkatkan kesiapan teknis, latihan juga menjadi ruang untuk memperkuat kekompakan antarkepala desa yang berasal dari berbagai wilayah di Ponorogo.
"Kami terus mematangkan persiapan tim agar saat kompetisi dimulai seluruh pemain sudah siap. Yang tidak kalah penting adalah menjaga kebersamaan dan semangat sebagai satu tim," ujar Budianto.
Budianto yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Gelang Lor, Kecamatan Sukorejo, menjelaskan bahwa Ponorogo akan bersaing di fase grup bersama Kabupaten Ngawi, Magetan, dan Madiun. Laga perdana dijadwalkan berlangsung pada 6 Agustus 2026 di Stadion Ketonggo menghadapi Kabupaten Ngawi.
Meski persaingan diperkirakan berlangsung ketat, ia menilai turnamen ini bukan semata-mata tentang hasil akhir. Lebih dari itu, PKDI Cup menjadi wadah mempererat silaturahmi antarkepala desa sekaligus menumbuhkan budaya hidup sehat melalui olahraga.
"Target kami tentu ingin memberikan hasil terbaik. Namun yang lebih penting, turnamen ini menjadi ajang memperkuat persaudaraan antaranggota PKDI. Semoga kami dapat tampil maksimal dan membawa nama baik Ponorogo," katanya.
Latihan sore itu diikuti sejumlah kepala desa dari berbagai kecamatan, di antaranya Kepala Desa Kutu Wetan, Japan, Purworejo, Bekiring, Josari, Bungkal, Ngraket, Nambangrejo, serta kepala desa lainnya. Kebersamaan yang terbangun di lapangan menjadi gambaran bahwa semangat kolaborasi tidak hanya hadir dalam menjalankan pemerintahan desa, tetapi juga dalam dunia olahraga.
Bagi para kepala desa tersebut, sepak bola menjadi bahasa yang sama untuk membangun kekompakan, sportivitas, dan semangat saling mendukung. Nilai-nilai itulah yang diharapkan terus terjaga saat Tim PKDI Ponorogo mengarungi PKDI Cup II, membawa optimisme sekaligus semangat persaudaraan di setiap pertandingan.(*)


Posting Komentar