MOJOKERTO,SINARPOS – Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Provinsi Jawa Timur yang dirangkai dengan pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) ABPEDNAS Kabupaten Mojokerto masa bakti 2025–2030.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 31 Januari sampai 1 Februari 2026 itu digelar di Gedung Putih Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto. Pesantren tersebut dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam yang didirikan oleh Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA.
Mengusung tema “Sinergitas ABPEDNAS dengan Pemerintah Desa Menuju BPD dan Masyarakat Sejahtera dan Berkeadilan”, kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus refleksi peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam pembangunan desa.
Rakerda dan pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua DPD ABPEDNAS Jawa Timur, Badrul Amali, SH, MH. Sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir, di antaranya Wakil Ketua Umum DPP ABPEDNAS Indonesia Deny Purwatiningtyas, perwakilan Gubernur Jawa Timur yang diwakili Budi Sarwoto selaku Kepala DPMP Jawa Timur, Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum, Bupati Mojokerto beserta jajaran, serta perwakilan 15 DPC ABPEDNAS dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Dalam suasana dialogis, Badrul Amali menyampaikan bahwa hubungan kerja antara BPD dan pemerintah desa selama ini telah terjalin dengan cukup baik. Meski demikian, ia mengungkapkan adanya kegelisahan yang dirasakan oleh jajaran ABPEDNAS di Jawa Timur, khususnya terkait regulasi yang belum sepenuhnya mengakomodasi peran BPD.
Ia menyinggung Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019 Pasal 100 yang dinilai belum mencantumkan BPD secara eksplisit. Menurutnya, hal tersebut perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat.
“Ini menjadi kegelisahan bersama seluruh DPC ABPEDNAS se-Jawa Timur. Harapannya, pemerintah dapat memberikan perhatian dan ruang yang lebih jelas terhadap posisi BPD,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP ABPEDNAS Indonesia, Deny Purwatiningtyas, memberikan apresiasi atas konsistensi DPD dan DPC ABPEDNAS Jawa Timur dalam menjaga soliditas organisasi dan memperkuat sinergi dengan pemerintah desa.
Ia menegaskan bahwa ABPEDNAS Indonesia akan terus menjadi jembatan aspirasi dari tingkat desa agar kebijakan yang lahir benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Perjuangan ABPEDNAS adalah memastikan suara dari bawah tetap terdengar dan diperjuangkan demi kesejahteraan desa,” tegas Deny.
Rangkaian kegiatan Rakerda dan pelantikan ditutup dengan tausiyah kebangsaan oleh Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA, selaku Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya peran moral, nilai kebangsaan, serta keikhlasan dalam mengabdi demi terwujudnya desa yang adil, harmonis, dan sejahtera.
Sementara dalam Rakerda DPD Jawa Timur 2026, dihadiri DPC ABPEDNAS Ponorogo, Jaka Santasa SH. sebagai Ketua didampingi sejumlah pengurus yaitu Tatik Sri Wulandari SH MH H. Jaryanto, Derit Susiani SE Agus Darmawan, Rudi Siswanto dan Gus Makrup. (dd)


Posting Komentar