Universitas Graha Ganesha Masuki Era Baru, YPGG Kukuhkan Rektor dan Struktur Kepemimpinan Universitas

 

TANGERANG SELATAN, SINARPOS – Perjalanan panjang Graha Ganesha memasuki fase baru. Setelah resmi beralih bentuk dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ganesha menjadi Universitas Graha Ganesha (UGG), Yayasan Pendidikan Graha Ganesha (YPGG) mengukuhkan Rektor bersama jajaran pimpinan dan pejabat struktural universitas pada Sabtu, 19 September 2026.

Prosesi yang berlangsung di Ruang 18 Lantai 2 Gedung Universitas Graha Ganesha tersebut menjadi bagian penting dalam penataan organisasi pascatransformasi kelembagaan. Agenda berlangsung pukul 09.00–10.00 WIB dan dilaksanakan berdasarkan Keputusan Ketua YPGG Nomor 118/SK/YPGG/IX/2026 tentang Pengangkatan Rektor Universitas Graha Ganesha Beserta Jajarannya Periode Tahun 2026–2027 (Penyesuaian Alih Bentuk). 

Perubahan status kelembagaan Graha Ganesha sebelumnya telah memperoleh persetujuan pemerintah melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 984/B/O/2026 tentang izin perubahan bentuk STIE Ganesha di Kota Tangerang Selatan menjadi Universitas Graha Ganesha di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Graha Ganesha.

Keputusan tersebut ditetapkan pada 1 September 2026. Salinannya kemudian disampaikan melalui Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 3936/DST/B1/HK.03.00/2026 tanggal 10 September 2026.

Rangkaian tersebut memperlihatkan tahapan transformasi yang berlangsung berurutan, mulai dari perubahan bentuk secara legal hingga pembentukan struktur kepemimpinan yang akan menjalankan roda organisasi universitas.

Transformasi kelembagaan tersebut berada di bawah pembinaan H. Alimudin Almurtala, Pembina Yayasan Pendidikan Graha Ganesha. Nama H. Alimudin Almurtala juga tercantum sebagai Pembina YPGG yang menandatangani undangan resmi pelantikan tertanggal 18 September 2026. 

Perubahan dari sekolah tinggi menjadi universitas membawa konsekuensi sekaligus peluang yang lebih luas. UGG tidak hanya meneruskan tradisi akademik yang sebelumnya dibangun STIE Ganesha, tetapi juga memasuki ruang pengembangan keilmuan yang semakin multidisipliner.

“Transformasi dari STIE Ganesha menjadi Universitas Graha Ganesha merupakan amanah sekaligus tanggung jawab besar. Kehadiran universitas harus diikuti dengan peningkatan mutu pendidikan, penguatan tata kelola, inovasi, serta kontribusi yang semakin nyata bagi masyarakat. Kami berharap Rektor dan seluruh jajaran pimpinan yang dilantik dapat menjaga nilai-nilai yang telah dibangun sekaligus membawa Universitas Graha Ganesha berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar H. Alimudin Almurtala.

Yayasan Pendidikan Graha Ganesha memberikan amanah kepemimpinan Universitas Graha Ganesha kepada Dr. M. Arief Noor, M.Pd., M.M. sebagai Rektor. Dalam menjalankan kepemimpinan universitas, Rektor didampingi Ahmad Fadli, S.E., M.M. sebagai Wakil Rektor I; Fuad Gagarin Siregar, S.E., M.M. sebagai Wakil Rektor II; serta Syarif Hidayatullah, S.Kom., S.E., M.M. sebagai Wakil Rektor III. Dokumen terbaru YPGG juga mencantumkan Moh. Tahang, S.E., M.M., M.Ak. sebagai Plt. Wakil Rektor III. 

Pengukuhan tersebut tidak terbatas pada unsur rektorat. Struktur yang ditetapkan YPGG mencakup pimpinan fakultas, program studi, lembaga, biro, hingga berbagai unit strategis universitas. Dengan struktur tersebut, UGG mulai membangun perangkat organisasi yang diperlukan untuk menjalankan fungsi akademik maupun nonakademik setelah perubahan bentuk.


Dua Fakultas Jadi Pilar Akademik

Pada tingkat fakultas, Fuad Gagarin Siregar, S.E., M.M. mendapat amanah sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Sementara Ahmad Fadli, S.E., M.M. dipercaya memimpin Fakultas Komputer dan Teknik (FKT) sebagai Dekan. Kedua fakultas tersebut menaungi pengembangan keilmuan yang kini jauh lebih luas dibandingkan ketika institusi masih berbentuk sekolah tinggi. 

Universitas Graha Ganesha menyelenggarakan tujuh program studi, yakni S2 Manajemen, S1 Manajemen, S1 Akuntansi, S1 Bisnis Digital, S1 Teknik Sipil, S1 Ilmu Komputer, serta S1 Sistem dan Teknologi Informasi. Untuk memimpin masing-masing program studi, YPGG menetapkan Dr. Adhy Firdaus, S.E., M.M. sebagai Ketua Program Studi S2 Manajemen; Zubair Arza, S.Sos., M.M. sebagai Ketua Program Studi S1 Manajemen; Haria Saputri, S.Pd., S.E., M.Ak. sebagai Ketua Program Studi S1 Akuntansi; serta Ekky Noviar, S.E., M.M. sebagai Ketua Program Studi S1 Bisnis Digital.

Pada rumpun komputer dan teknik, Meiborn Simajuntak, S.T., M.T. mendapat amanah memimpin S1 Teknik Sipil; M. Tafsirudin, S.Kom., M.Kom. memimpin S1 Ilmu Komputer; dan Ir. Jayaun, M.Kom. memimpin S1 Sistem dan Teknologi Informasi. 

Komposisi tersebut membuat karakter akademik Graha Ganesha semakin beragam. Ekonomi, manajemen, akuntansi, dan bisnis kini berada dalam satu ekosistem dengan komputasi, teknologi informasi, dan keteknikan.


Riset, Mutu, dan Layanan Institusi Ikut Diperkuat

Penataan organisasi UGG juga mencakup lembaga yang memiliki peran strategis dalam pelaksanaan Tridharma dan penjaminan mutu. Aep Saefullah, S.HI., M.M. mendapat amanah sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Sementara Ramadani Pardian, S.T., M.M. dipercaya memimpin Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dan Ekky Noviar, S.E., M.M. tercantum sebagai Kepala Ganesha Lab. Preuneur. 

Pada bidang administrasi dan layanan universitas, Moh. Tahang, S.E., M.M., M.Ak. ditetapkan sebagai Kepala Biro BAAK dan Kehumasan; Cecep Setiawan, M.A. sebagai Kepala Biro BAUKK; serta Hafifah Fajriah, S.E., M.M. sebagai Kepala Bagian Keuangan. 

Struktur baru juga menempatkan Dr. Tuti Herawati, S.E., M.M. sebagai Ketua LSP Ganesha; Tohiroh, S.E., M.M. sebagai Ketua Satgas PPKPT; Sahrudin, S.H., M.H., M.M. sebagai Kepala PIPMB; Devan Rizaldi, S.Kom., M.Kom. sebagai Kepala Sistem Informasi; serta Iis Juangsih, S.Pd., S.E., M.M. sebagai Kepala Perpustakaan. 

Dengan konfigurasi tersebut, proses transformasi UGG tidak berhenti pada perubahan nama institusi, tetapi diikuti penataan fungsi akademik, penelitian dan pengabdian, penjaminan mutu, administrasi, teknologi informasi, layanan mahasiswa, hingga pengembangan kewirausahaan.


Membawa Semangat Entrepreneurial University

Arah baru Universitas Graha Ganesha dibangun melalui visi sebagai Entrepreneurial University. Orientasi tersebut menempatkan kepemimpinan, kemampuan menyelesaikan persoalan, kreativitas, inovasi, dan penciptaan nilai sebagai bagian penting dari profil lulusan yang ingin dibangun.

Visi UGG dirumuskan: “Menjadi Entrepreneurial University terkemuka yang menghasilkan lulusan berjiwa pemimpin, pemecah masalah, dan pencipta nilai yang siap berkontribusi dalam berbagai sektor profesional dan sosial.”

Dengan dua fakultas dan tujuh program studi, pendekatan multidisipliner berpeluang menjadi salah satu kekuatan baru UGG. Kajian ekonomi dan bisnis dapat dikembangkan bersama teknologi, komputasi, dan teknik dalam pendidikan, penelitian, pengembangan inovasi, maupun program pengabdian kepada masyarakat.

Perubahan bentuk juga membawa kewajiban institusional yang lebih besar. Universitas harus memastikan pemenuhan Standar Nasional Pendidikan Tinggi, mengembangkan sistem penjaminan mutu internal, serta menjalankan seluruh program studi sesuai ketentuan penyelenggaraan pendidikan tinggi.


Transformasi Bukan Sekadar Pergantian Nama

Pelantikan pada 19 September 2026 menjadi salah satu tahapan awal untuk memastikan perubahan kelembagaan berjalan secara operasional. Dalam undangan resminya, YPGG menyebut pelantikan Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga, Kepala Biro, dan pejabat struktural lainnya sebagai bagian dari tonggak awal penyelenggaraan Universitas Graha Ganesha. 

UGG membawa pengalaman dan fondasi yang sebelumnya dibangun STIE Ganesha selama lebih dari tiga dekade. Fondasi tersebut kini diperluas untuk menjawab perkembangan pendidikan tinggi, transformasi digital, kebutuhan dunia kerja, perkembangan industri, dan tuntutan kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat.

Di bawah pembinaan H. Alimudin Almurtala dan kepemimpinan Rektor Dr. M. Arief Noor, M.Pd., M.M., bersama seluruh jajaran struktural, UGG memasuki periode konsolidasi untuk membangun identitas universitas sekaligus menjaga kesinambungan perjalanan Graha Ganesha.

Rangkaian perubahan itu ditandai dengan terbitnya Keputusan Mendiktisaintek RI Nomor 984/B/O/2026, dilanjutkan penataan struktur melalui Keputusan Ketua YPGG Nomor 118/SK/YPGG/IX/2026, dan pengukuhan jajaran pimpinan pada 19 September 2026. SK YPGG tersebut menetapkan kepemimpinan untuk periode 2026–2027 dalam rangka penyesuaian alih bentuk. 

Transformasi tersebut sekaligus mengajak seluruh sivitas akademika, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni untuk menjadi bagian dari perjalanan baru Universitas Graha Ganesha.

Semangat yang dibawa bukan sekadar meninggalkan identitas lama, melainkan membawa pengalaman STIE Ganesha menuju cakrawala kelembagaan yang lebih luas: “Melanjutkan Tradisi, Memperluas Inovasi, Membangun Masa Depan.”(*)

0/Post a Comment/Comments

Dibaca