SMK Kihajar Dewantara Ponorogo Bangun Ekosistem Karier Global, Kolaborasi Tiga Mitra Industri Perluas Peluang Lulusan

PONOROGO, SINARPOS – Di tengah semakin dinamisnya kebutuhan dunia kerja, SMK Kihajar Dewantara Ponorogo terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan industri. Melalui Sosialisasi Program Sekolah dan Pemaparan Kebekerjaan Dalam dan Luar Negeri, sekolah ini menghadirkan tiga mitra industri untuk memberikan gambaran nyata mengenai prospek karier bagi para lulusan, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMK Kihajar Dewantara Ponorogo tersebut diikuti seluruh wali murid. Momentum ini menjadi ruang dialog antara sekolah, orang tua, dan dunia industri dalam membangun pemahaman bersama tentang pentingnya menyiapkan generasi yang memiliki kompetensi sekaligus kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja.

Tiga perusahaan yang telah menjalin kemitraan dengan sekolah yakni PT INDOPSIKO Indonesia, PT Alimah CCUK (Citra Cendekia Utama Karir) Ponorogo, dan LPK INTRA GAKKOU Madiun. Ketiganya menjadi bagian dari penguatan career development siswa melalui berbagai program pelatihan, rekrutmen, hingga penempatan kerja di dalam maupun luar negeri.

Kepala SMK Kihajar Dewantara Ponorogo, Umi Mukhoyaroh, S.Pd., mengatakan pendidikan vokasi saat ini tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia industri yang terus berubah.

"Kami ingin para orang tua memahami bahwa putra-putri mereka memiliki peluang yang sangat luas setelah lulus. Tidak hanya bekerja di dalam negeri, tetapi juga memiliki kesempatan berkarier di luar negeri maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," ujarnya.

Menurut Umi, seluruh program sekolah dirancang selaras dengan sistem pendidikan nasional sekaligus menyesuaikan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan.

Selain penguatan kompetensi vokasi, sekolah juga memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter siswa melalui berbagai program pembinaan, salah satunya Pesantren Kilat bagi siswa kelas X yang dilaksanakan selama sepekan bekerja sama dengan pondok pesantren.

"Kompetensi harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Kami ingin lulusan SMK Kihajar Dewantara menjadi pribadi yang profesional, disiplin, berintegritas, dan memiliki akhlak yang baik," jelasnya.

Ia berharap sosialisasi tersebut mampu memberikan keyakinan kepada para orang tua bahwa sekolah telah menyiapkan berbagai jalur karier bagi peserta didik melalui kemitraan yang berkelanjutan dengan dunia industri.

"Dengan dukungan orang tua dan kolaborasi yang kuat bersama mitra industri, kami optimistis lulusan SMK Kihajar Dewantara memiliki competitive advantage untuk bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional," tambahnya.

Sementara itu, Pimpinan PT Alimah CCUK Ponorogo, Alimah, menyampaikan bahwa kerja sama dengan SMK Kihajar Dewantara merupakan bentuk komitmen dalam menciptakan sumber daya manusia yang siap memasuki pasar kerja global.

Ia menjelaskan, perusahaan membuka peluang penempatan tenaga kerja ke sejumlah negara, seperti Taiwan, Hong Kong, dan Malaysia, disertai pendampingan mulai dari proses persiapan, keberangkatan, masa bekerja hingga kepulangan ke Indonesia.

"Kami ingin para lulusan merasa aman dan percaya diri. Pendampingan kami tidak berhenti saat mereka berangkat, tetapi terus dilakukan hingga selesai menjalankan kontrak kerja," ungkapnya.

Dalam sesi pemaparan, Marji dari PT INDOPSIKO Indonesia menjelaskan peluang rekrutmen tenaga kerja menuju industri otomotif, termasuk proses seleksi untuk PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Sementara itu, Alimah memaparkan mekanisme penempatan tenaga kerja ke luar negeri melalui PT Alimah CCUK, sedangkan Wibi dari LPK INTRA GAKKOU Madiun memperkenalkan program pelatihan kerja sebagai bekal memasuki perusahaan-perusahaan di Jepang.

Sebagai penutup, SMK Kihajar Dewantara Ponorogo bersama ketiga mitra industri menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bentuk komitmen memperkuat implementasi program link and match antara pendidikan vokasi dan dunia kerja. Kerja sama tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu beradaptasi dan berkontribusi di pasar tenaga kerja nasional maupun global.

0/Post a Comment/Comments

Dibaca