STIE Ganesha Perkuat Literasi Konsumen Siswa SMA Lewat Edukasi dan Inovasi Digital

Tangerang Selatan, sinarpos — Di tengah maraknya transaksi digital dan tren belanja online yang berkembang pesat di kalangan remaja, pemahaman pelajar terhadap hak dan kewajiban sebagai konsumen justru masih rendah. Fakta tersebut menjadi latar belakang pelaksanaan kegiatan Pelatihan Penguatan Literasi Konsumen Cerdas oleh dosen dan mahasiswa STIE Ganesha, yang menyasar siswa SMA Nusantara Plus, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, sebagai mitra binaan pada Rabu (30/7/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Pengabdian Kepada Masyarakat melalui skema Pengabdian Masyarakat Pemula (PKM-PMP) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) Republik Indonesia Tahun 2025. Adapun pelatihan diinisiasi oleh tim dosen STIE Ganesha yang terdiri dari Aep Saefullah, S.HI., M.M., Tohiroh, S.Pd., M.M., dan Suhermanto, S.Kom., M.Kom., yang secara aktif mengkaji isu perlindungan konsumen di era digital.

Dalam survei awal yang dilakukan tim pengabdi terhadap 50 siswa, ditemukan bahwa 72% siswa tidak mengetahui cara melaporkan produk cacat, 65% pernah mengalami penipuan dalam transaksi online, dan 80% belum mengenal lembaga perlindungan konsumen seperti BPSK dan YLKI. Temuan ini memperkuat asumsi bahwa meskipun generasi muda akrab dengan teknologi, mereka belum cukup dibekali dengan pemahaman yang memadai untuk menjadi konsumen yang cerdas dan terlindungi.

Menurut Ketua STIE Ganesha, Dr. M. Arief Noor, M.Pd., M.M., kegiatan ini merupakan bentuk nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menjalankan peran pengabdian kepada masyarakat. “Kami memilih sektor pendidikan sebagai mitra kegiatan karena para pelajar SMA merupakan kelompok rentan yang perlu dibekali dengan literasi praktis. Melalui pelatihan ini, kami berharap siswa SMA Nusantara Plus dapat menjadi konsumen yang kritis dan melek informasi,” ujar Arief saat membuka kegiatan pelatihan.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan STIE Ganesha, antara lain Ahmad Fadli, S.E., M.M. (Wakil Ketua I), Fuad Gagarin Siregar, S.E., M.M. (Wakil Ketua II), Fisy Amalia, S.E., M.M. (Sekretaris LPPM), Dr. Tuti Herawati, S.E., M.M. (Kepala LSP), serta dosen manajemen M. Tafsirudin, S.Kom., M.Kom. dan Patria Adiguna, S.E., M.M.. Kepala SMA Nusantara Plus, H. Abdul Kholik, M.Pd., M.M., turut menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif ini, yang menurutnya sangat relevan dengan kebutuhan siswa di era digital.

“Selama ini siswa kami banyak terpapar informasi dari media sosial, namun belum memiliki kemampuan memilah mana informasi yang valid dan mana yang menyesatkan. Pelatihan ini memberikan pembelajaran langsung yang sangat kami butuhkan,” ujar Abdul Kholik.

Secara umum, permasalahan rendahnya literasi konsumen di kalangan pelajar dipengaruhi oleh empat faktor utama. Pertama, kurangnya edukasi formal mengenai konsumen cerdas di sekolah, di mana kurikulum lebih fokus pada mata pelajaran akademik dan mengabaikan keterampilan praktis. Kedua, perilaku konsumtif siswa yang tinggi, terutama dalam belanja online, namun tidak diiringi dengan kesadaran untuk membaca syarat dan ketentuan atau memverifikasi penjual. Ketiga, akses terhadap informasi terpercaya masih sangat terbatas, karena materi hukum perlindungan konsumen disajikan dalam bahasa teknis yang sulit dipahami remaja. Keempat, dukungan lingkungan yang minim, karena orang tua maupun guru juga belum memiliki pengetahuan memadai soal isu ini.

Menjawab persoalan tersebut, pelatihan dilakukan dengan pendekatan interaktif dan berbasis teknologi digital. Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Masjid SMA Nusantara Ciputat Timur, sebanyak 67 siswa kelas XI dan XII dari berbagai jurusan mengikuti rangkaian sesi pelatihan yang dimulai sejak pukul 08.30 hingga 12.00 WIB.

Pelatihan dimulai dengan sesi registrasi dan pembukaan, diikuti pemutaran video pengantar tentang pentingnya literasi konsumen. Sesi inti pelatihan mencakup materi dasar mengenai konsumen cerdas, termasuk hak-hak konsumen dan cara mengenali produk palsu. Salah satu sesi yang paling diminati siswa adalah praktik langsung penggunaan Aplikasi Cek Barangku (https://cekbarangku.com), sebuah inovasi digital yang dikembangkan oleh tim pengabdi STIE Ganesha. Aplikasi ini memungkinkan pengguna memindai QR code produk dan memverifikasi legalitas atau keasliannya secara cepat.

Simulasi penggunaan QR scanner hardware juga dilakukan secara langsung, di mana siswa mencoba memindai label produk dan membandingkan hasil pengecekan antara produk legal dan ilegal. Dalam sesi ini, siswa tampak antusias bertanya dan mencoba sendiri perangkat yang disediakan.

Kegiatan juga diisi dengan penyebaran kuisioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil awal menunjukkan adanya lonjakan signifikan dalam tingkat pemahaman siswa terhadap aspek perlindungan konsumen.

Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, tim pengabdi STIE Ganesha juga menyerahkan enam perangkat teknologi inovatif kepada pihak SMA Nusantara Plus, yakni:

1. Aplikasi Cek Barangku

2. Speaker Wireless Polytron

3. QR Code Scanner (hardware)

4. Modul panduan Cek Barangku (versi cetak dan digital)

5. Poster infografis Konsumen Cerdas

6. Domain dan hosting website (https://cekbarangku.com)


Penyerahan perangkat dilakukan secara simbolis oleh Aep Saefullah, S.Hi., M.M, Ketua Tim PKM PMP STIE Ganesha kepada Kepala SMA Nusantara dan disaksikan oleh seluruh peserta. Penyerahan ini diharapkan dapat memperkuat kesinambungan edukasi konsumen di lingkungan sekolah, sehingga pelatihan ini tidak bersifat satu kali, tetapi dapat diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Ketua Tim PKM PMP STIE Ganesha, Aep Saefullah, S.HI., M.M, menegaskan komitmen STIE Ganesha untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pengabdian yang relevan dan berbasis kebutuhan riil. “Kami ingin memastikan bahwa keberadaan perguruan tinggi tidak hanya dirasakan di ruang kelas, tetapi juga melalui kontribusi nyata di lapangan. Kami mendorong para dosen untuk merancang kegiatan pengabdian yang menyentuh persoalan aktual, seperti literasi konsumen ini,” pungkasnya.

Sementara itu, perwakilan siswa dan guru SMA Nusantara menyampaikan harapan agar pelatihan serupa dapat terus dilanjutkan dan diperluas cakupannya, bahkan melibatkan lebih banyak sekolah di wilayah Tangerang Selatan. Dengan meningkatnya literasi konsumen di kalangan pelajar, diharapkan terbentuk generasi muda yang kritis, bijak bertransaksi, dan tahan terhadap praktik perdagangan tidak adil di era digital.

Melalui kegiatan ini, STIE Ganesha tidak hanya berhasil membangun kesadaran baru di kalangan siswa, tetapi juga menciptakan model edukasi berbasis teknologi yang aplikatif dan mudah direplikasi. Ke depan, model ini berpotensi dikembangkan lebih luas sebagai bagian dari program nasional pemberdayaan konsumen muda.(*)

0/Post a Comment/Comments

Dibaca